Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Metro Luncurkan Metro-Finance Control untuk Tingkatkan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Melalui Kelas Refleksi dan Aktualisasi Sharing Ilmu (KREASI) Bawaslu Kota Metro

Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Metro meluncurkan inovasi digital Metro-Finance Control pada Selasa (27/10/2026).

 

Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Metro meluncurkan inovasi digital Metro-Finance Control pada Selasa (27/10/2026). 

Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Metro meluncurkan inovasi digital Metro-Finance Control pada Selasa (27/10/2026). Inovasi ini bertujuan meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas pengelolaan serta pengendalian keuangan di lingkungan Bawaslu Kota Metro.

Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Metro, Firdinan Islami, menjelaskan bahwa inovasi tersebut merupakan bagian dari aksi perubahan untuk mendorong transformasi tata kelola keuangan dari sistem konvensional menuju sistem pengendalian internal yang terintegrasi dan berbasis digital.

Penggagas inovasi, Rezza Bastian Saputra, menyampaikan bahwa Metro-Finance Control dikembangkan untuk mempermudah proses verifikasi Surat Pertanggungjawaban (SPJ), pemantauan realisasi anggaran secara waktu nyata (real-time), serta pengarsipan bukti transaksi secara digital.

Rezza menjelaskan sistem ini juga diharapkan dapat mempercepat proses verifikasi dokumen, meningkatkan ketertiban administrasi, dan memudahkan pimpinan dalam memantau penyerapan anggaran berdasarkan subbagian maupun kegiatan.

Ia menegaskan bahwa Metro-Finance Control berfungsi sebagai sistem pendukung pengendalian internal dan tidak menggantikan aplikasi keuangan resmi pemerintah, seperti Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI). Pengembangannya mengacu pada prinsip pengelolaan keuangan negara sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, ujarnya.

Ia berharap melalui inovasi ini, Bawaslu Kota Metro diharapkan mampu memperkuat tata kelola keuangan yang transparan, efisien, dan akuntabel serta meminimalkan risiko kesalahan administrasi. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya digitalisasi administrasi dan keuangan guna mendukung pelaksanaan pengawasan pemilu yang profesional dan bertanggung jawab, ujarnya menutup pemaparan materi.

Foto

 

Foto

Editor : Yulius

Foto : Tangkapan Layar Zoom