Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Bawaslu Kota Metro Ke SLB Wiyata Dharma Metro
|
Pendidikan politik tidak hanya terbatas pada warga negara yang telah dewasa namun juga penting disampaikan kepada para calon pemilih pemula tapi juga sudah menjadi pemilih pemula termasuk yang dalam keterbatasan fisik. Adapun implementasi dari prinsip tersebut, Bawaslu Kota Metro laksanakan giat Sosialisasi Pengawasan Partisipatif (Soswatif/ di Sekolah Luar Biasa (SLB) Wiyata Dharma pada Rabu (29/10). Pada kesempatan tersebut dalam sambutannya, Kepala Sekolah SLB Wiyata Dharma, Suhan menyambut baik giat soswatif Bawaslu Kota Metro.
"Pada forum ini saya sampaikan bahwa kami sangat senang sekaligus mengapresiasi Dari Bawaslu Kota Metro yang mengunjungi SLB Wiyata Dharma dengan tujuan untuk sosialisasi tentang pemilu bagi siswa/ i yang merupakan calon pemilih pemula maupun yang sudah menjadi pemilih pemula, sehingga mereka menjadi tahu tentang kepemiluan, sampainya".
Selanjutnya Anggota Bawaslu Kota Metro, Hendro Edi Saputro dalam sambutannya memaparkan "Bawaslu Kota Metro hadir d sini bersama siswa/ i yang nanti di tahun 2029-2030 akan nyoblos alias memberikan hak suaranya nanti tidak lagi bingung dan akhirnya tidak nyoblos/ memilih, jika ada yang mau memberi atau menjanjikan barang atau uang maka sahabat-sahabat langsung berkata "tidak/ mboten/mak jaga, kemudian segera lapor ke pengawas pemilu, paparnya".
Keceriaan terjadi saat staf Bawaslu, Hanif Fibtya bertanya kepada sahabat siswa SLB Wiyata Dharma "ada yang sudah pernah nyoblos? Dan pas mau nyoblos ada yang bagi-bagi uang?". Seketika sahabat sebut saja Al menjawab "adaa mbak tapi yang terima mamak ku, satus seket mba tak nggo jajan, jawab Al". Selanjutnya dijelaskan bahwa hal tersebut tidak dibolehkan karena termasuk pelanggaran pemilu dan ada sanksi pidananya.
Giat ditutup dengan mengunjungi sanggar membatik Silabi, yaitu usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan ciri khas Batik Ciprat sebagai bentuk pemberdayaan para alumni SLB Wiyata Dharma Kota Metro.
Martharia