Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Metro Ikuti Giat Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Secara Daring

Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Metro saat Mengikuti Giat P2P Secara Daring pada Selasa (12/05).

Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Metro saat Mengikuti Giat P2P Secara Daring pada Selasa (12/05).

Bawaslu Kota Metro ikuti giat Pendidikan Pengawas Partisipatif Bawaslu Republik Indonesia (RI) secara resmi digelar diawali dengan Kick Off Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) Tahun 2026 di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, pada Selasa (12/5/2026). Kegiatan disiarkan langsung melalui kanal Youtube Bawaslu RI, serta melalui zoom meeting dan diikuti oleh para peserta kader pengawas partisipatif dari berbagai daerah di Indonesia, baik secara langsung maupun daring.

Program P2P adalah bentuk konsistensi dan berkelanjutan yang dilakukan Bawaslu dalam memperkuat pengawasan partisipatif masyarakat menjelang tahapan demokrasi tahun mendatang. Melalui P2P, Bawaslu mendorong keterlibatan masyarakat untuk lebih aktif memahami sekaligus mengawal proses demokrasi di lingkungan masing-masing.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu RI, Lolly Suhenti dalam sambutannya menegaskan pentingnya keaktifan membangun koordinasi dan mitigasi dalam menjaga stabilitas demokrasi di daerah. Menurut Lolly komunikasi yang cepat antara pemerintah daerah, penyelenggara pemilu, dan masyarakat menjadi langkah penting untuk mencegah kesalahpahaman hingga potensi konflik di tengah masyarakat.

“Demokrasi yang baik tidak hadir tiba-tiba, kalau kita ingin demokrasi 2029 lebih baik, maka mempersiapkannya dimulai hari ini, bukan nanti". "Demokrasi adalah mandat yang harus dikawal bersama, baik penyelenggara pemilu, masyarakat, maupun pemerintah daerah,” ujar Lolly".

Pada kesempatan tersebut, Lolly Suhenti atau yang akrab disapa dengan sebutan Teh Lolly, juga menekankan empat karakter utama yang wajib dimiliki kader pengawas partisipatif, yakni logis, kritis, berani, dan berdampak. Menurut Teh Lolly jika kader bergerak dan berdampak nyata mengawasi Pemilu secara mandiri dengan berkoordinasi bersama Bawaslu, maka demokrasi 2029 akan lebih bermartabat.

Bawaslu berharap program pendidikan pengawasan partisipatif dapat melahirkan kader-kader demokrasi yang aktif mengawal jalannya pemilu sekaligus sebagai bentuk perkuatan partisipasi publik menuju Pemilu 2029.
 

Foto saat ikuti giat Kick Off P2P Secara Daring